Memuji atau mengolok-olok ya ?
April 8th, 2007 | Filed under Indonesian entries.
Membaca berita tentara Amerika meminta kita ( Indonesia) membantu menyelesaikan misinya di Irak , sepertinya mereka mulai kewalahan menghadapi irak saat ini . .
Lihat saja berapa dana mereka keluarkan untuk misinya itu , tetapi sepertinya belum menunjukkan hasil yang berarti .
Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Departemen Pertahanan , Dadi Sutanto sampai saat ini belum memberi jawaban atas permintaan itu .
Amerika melihat Indonesia sebagai negara yang memiliki citra tinggi didunia . Sebagai negara demokratis, mayoritas muslim yang moderat , mungkin bisa memberi kontribusi lebih jauh di daerah konflik di dunia .
Indonesia sendiri pernah menyatakan penolakan atas ajakan Inggris ikut dalam misi perdamaian ke Darvour, Afghanistan dan Kosovo.
“Ya , mereka mungkin hendak mengeksplore kemungkinan kita , tetapi kita katakan bahwa kita harus dibawah PBB, bukan NATO ” , begitu kata om Dadi dalam wawancara dengan sebuah media di Indonesia .
Menteri Pertahanan Yuwono Sudarsono sendiri menyampaikan penyelesaian Irak membutuhkan seorang pemimpin yang bisa mengakurkan antar suku Kurdi, Sunni, dan Syiah.
Dalam Pertemuan dengan kepala staff gabungan Militer Amerika Serikat mereka tidak membahas penarikan pasukan AS di Irak.
Mereka hanya menyanjung anggaran pertahanan kita yang hanya 3,3 milyar dollar saja sudah aman , sementara Amerika 300 milyar dollar masih pengen nambah terus ..
Disanjung begitu sebenarnya mereka memuji atau mengolok-olok ya ? bagaimana pendapat anda ??
Related Posts
Tags: berita seputar indonesia


Sulit menerka “polisi dunia” di bawah om Bush. Mungkin mereka kebingungan. Pujiannya meragukan, jangan-jangan ada “apa-apanya”. Mungkin juga ngenyèk
Amerika SUX to DEMAX!!!
atau aja dech
saya kira mereka mengolok2… karena kita suka mengolok2 mereka
lebih cenderung olok-olok denger-denger kata si Bush kasih aja ke orang indonesia pasti ngak berhasil kok
Korban serdadu AS sudah terlalu banyak. Namun untuk menambah pasukan, mendapat tentangan di negeri sendiri, Jadi nyari cara gimana supaya jangan mundur tapi jangan sampai ada korban tambahan di pihak Paman Sam.
wah..kasih entut aja tu si bush
biar mampus..hihihi
memuji atau mengolok-olok pasti ada maunnya tuh si bush suck
Kayaknya sich bukan memuji dech…
Sebenarnya berkaitan dengan anggaran perang sebaiknya Indonesia kasih anggaran baru untuk pengadaan Armada Dukun Santet…dijamin mantap tuch.
Bush itu presiden Amerika terburuk sepanjang sejarah kata Donald Trump, rakyatnya aja udah ga dukung, ngapain Indo ngirim pasukanya… tentara amerika mah klo suruh gerilya mewek..
Ini pasti politik busuk bush

pilih mengolok2 aja lah,.. nyatanya juga gitu kan? Pemerintah kita aja yg kadang suka GR sendiri
Indonesia dengan biaya segitu aman? enggak juga, banyak pulau kecil hilang dan kita duduk tenang, nggak berani perang, berdalih dibalik perdamaian, padahal jelas-jelas kita dijajah, termasuk dari bush.
@semua
Perasaan kok banyak yang anget kalau ngebahas amerika/bush ya??
saya jadi takut mau reply comment di posting ini.
maaf,untuk posting ini nggak usah ada reply saja ya?he..he..
itu tuh ngetes,, Indonesia mau ikut ngga sama mereka,, dasar,, *huuuhh!!!*
mas junhit, gapapa kan,, mereka ga ngerti bahasa indonesia ini,,
Kalau AS yang minta, jangan mau berangkat. Tapi kalau PBB, OK lah …
Aku pernah diskusi dengan temanku, katanya memang Indonesia peralatan militernya payah. Tapi personelnya bisa diandalkan dalam bertempur. Jadi jangan terlalu menjelek-jelekkan TNI deh gitu katanya. Gak tau bener apa gak.
aku ga ikutan ah, klo hubungannya ma politik, ga ada yg rebesss… smuanya keruh, ga ngerti, drpd mikirin komentar luar negeri, mending mikirin gimana caranya majuin bangsa endonesa, he3x, maap jun, aku ga ngerti politik
@Agam
kayanya bukan TNI-nya deh,, tepi request dari USnya itu yang nyebelin,,
TNI itu nggak usah dikasih senjata juga kalau dikomando dengan “Majuuuu…..” maka prajurit-prajuritnya akan maju. dan itu bikin ngeri tentara-tentara dari negara yang lebih well-civilized. Gimana nggak ngeri menghadapi tentara yang macam begitu?